Walau wanita menangis tersedu-sedu sedangkan pria hanya diam, bukanberarti kaum adam ini kuat menghadapi putus cinta. Malah menurut
sebuah penelitian, pria selalu lebih cengeng ketimbang wanita.
Beberapa penelitian membuktikan tingkat depresi, stress, dan kecemasan
pria lebih parah ketimbang wanita pasca putus cinta. Hal ini kemungkinan disebabkan karena karakteristik
sifat pria. Simak penjelasannya:
Pria Kerap Menutupi Sakit Hatinya
Hey, masa seorang pria nangis. Mungkin begitulah yang terlintas di
benak pria. Pelampiasannya paling pergi bersama beberapa teman pria
dan berakhir mabuk-mabukan. Intinya, pria kadang enggan menunjukkan
perasaan sedihnya ketika putus dengan sang kekasih. Ia merasa harus
selalu tampak tegar.
Sedangkan wanita kebanyakan langsung menangis atau curhat pada sahabat
begitu cintanya diputus. Begitu juga ketika memutuskan cinta, wanita
biasanya berbicara apa adanya dan langsung mengeluarkan apa isi
hatinya. Intinya, wanita berani menghadapi rasa sedihnya sedangkan
pria banyak menahan reaksi atau perasaannya. Alhasil, semuanya
menumpuk dan sulit dibuang.
Pria Tidak Punya Banyak Teman
Begitu mengalami patah hati, hampir seluruh wanita langsung
mengungkapkan isi hati atau bercerita kepada teman terdekatnya. Teman
tersebut bisa saja ibu, sahabat, tetangga, teman kantor, atau bahkan
supir taksi yang dinaikinya setelah meninggalkan sang pacar.
Penelitian membuktikan pria kerap menggantungkan kedekatan
emosionalnya pada sang pacar. Sedangkan wanita punya sejuta tempat
selain sang kekasih.
Pria lebih sering memendam perasaannya dan berusaha meyakinkan dirinya
sendiri kalau ia baik-baik saja. Setidaknya baru enam bulan kemudian
pria tersebut menyadari dan berani mengungkapkan pada teman-teman
dekatnya kalau ia ingin kembali pada sang kekasih.
Pria Benci Awal yang Baru
Begitu putus, pria umumnya merasakan sedikit kegembiran. Bisa
berkencan dan menggoda banyak wanita. Berburu kekasih baru dan
lain-lain. Tapi setelah kencan pertama, kedua, dan ketiga, akhirnya
rasa jenuh pun melanda. Ia pun menyadari masih panjang jalannya untuk
menemukan kenyamanan yang sama seperti pada kekasihnya dulu.
Menurut penelitian, secara mental umumnya wanita lebih siap menghadapi
putus cinta sedangkan pria jarang berpikir hubungan akan berakhir. Dan
umumnya, pria baru menyadari betapa berharga mantan kekasihnya dan
betapa ia kehilangan dirinya setelah berbulan-bulan putus cinta.
Hasilnya, sang wanita sudah jauh memulihkan diri dan semuanya sudah
terlambat.
Pria Berpatok Pada Khayalan
Putus cinta juga kerap disebabkan karena pria merasa bosan dengan
kekasihnya, kencan yang sama, pertengkaran yang sama, dan hal-hal lain
yang lama-lama membuatnya jenuh. Begitu putus, ia berpikir akan
langsung bertemu dan berkencan dengan banyak wanita. Walau mimpi
tersebut benar-benar terjadi diam-diam ia merasa kehilangan keintiman
dan kenyamanan yang sebelumnya ia dapat dari sang mantan pacar.
Penelitian membuktikan, wanita umumnya lebih cepat menyadari kalau
fondasi dari hubungan yang awet adalah keintiman. Sedangkan pria
umumnya lebih memikirkan seks sehingga akhirnya mereka salah orientasi.
Ehmm..bener nggak opini ini menurut kamu???
